Senin, 19 Mei 2014

TNI Sosialisasikan Pembinaan Pramuka Saka Wirakartika

TNI Sosialisasikan Pembinaan Pramuka Saka Wirakartika



Sosialisasi saka wirakartika yang
bertujuan meningkatkan kualitas pamong di wilayah masing-masing untuk
memaksimalkan kemampuan dalam menjadi pamong. Hari Jumat 16 Mei 2014
bertempat di Gedung Pertemuan Korem 071/Wijayakusuma dengan peserta dari
wilyah Korem 071/Wijayakusuma. Dalam sambutan pembukaan yang
disampaikan oleh tim sosialisasi dari Mbaes TNI AD Kolonel Arh Winarta
ada beberapa poin yang dapat kita cermati penyampaian beliau yang
bersemangat sekali saat menyapaikan ini karena antusiasme peserta sangat
banyak, diantaranya mengharapkan menghasilkan yang terbaik bagi
generasi penerus melalui pembinaan pramuka.
kegiatan Pramuka merupakan sarana
menyiapkan kader generasi muda agar tidak menjadi generasi yang lemah,
tetapi memiliki kompetensi dan karakter kuat dalam menghadapi perubahan
jaman serta tantangan pembangunan bangsa. Dikatakannya, jajaran TNI
Angkatan Darat mendapat amanah untuk membina pramuka, baik dilingkungan
internal Angkatan Darat maupun kegiatan kepramukaan yang ada di
sekolah-sekolah. Hampir 80 % TNI melaksanakan sosialisasi berkaitan
dengan teritorial yang harus diatas ecellent (diatas yang terbaik).
Kegiatan ini harus bermanfaat yang
sebesarnya untuk merebut hati masyarakat melalui kegiatan pramuka. Pada
tahun 2014 ada kegiatan terpusat secara Nasional pada tanggal 16-19 Juni
2014 di Buper Cibubur selama 4 hari dengan tidak dipungut biaya yang
dikhususkan pramuka Saka Wrakartika. Melalui pembinaan pramuka Saka
Wirakartika memberikan semangat kepada pramuka seluruh Indonesia demi memajukan bangsa.
Sosialisasi pembinaan pramuka Saka
Wirakartika disampaikan oleh Letkol CZI Wakhyono yang menjabat sebagai
PABANDYA 3/SDM SPABAN III/WANWIL STERAD. Poin pembahasan mendalami
kegiatan-kegiatan Saka Wirakartika melalui krida yang ada yaitu meliputi
:
  1. KRIDA NAVIGASI DARAT
    1. SKK Pengetahuan Peta dan Medan
    2. SKK Kompas Siang dan Malam
    3. SKK Pengetahuan Resection dan Intersection
    4. SKK Pengetahuan Global Position System ( GPS )
  1. KRIDA PIONEERING
    1. SKK Tali Temali
    2. SKK Pembuatan Jembatan Improvisasi
    3. SKK Pembuatan Perkemahan
    4. SKK Bekal Air dan Listrik
  1. KRIDA MOUNTENEERING
    1. SKK Panjat Tebing
    2. SKK Turun Tebing
    3. SKK Travesing 
  1. KRIDA SURVIVAL
    1. SKK Jenis-jenis Tumbuhan
    2. SKK Jenis-jenis Binatang
    3. SKK Hutan Gunung dan Ralasuntai
  1. KRIDA PENANGGULANGAN BENCANA
    1. SKK Manajemen Penanggulangan Bencana
    2. SKK Perjalanan dan Penanganan Gawat Darurat ( PPGD )
    3. SKK Pengetahuan Komunikasi Radio
    4. SKK Tata Cara Memasak
dengan melaksanakan poin-poin diatas
maka diharapkan satuan-satuan wilayah dapat mengamalkan dan melakukan
pembinaan kepada pramuka untuk menunjukan minat dan bakat peserta didik.
Dengan meningkatkan koordinasi komunikasi antara Kwartir Cabang terkait
maka kegiatan pembinaan pramuka khususnya saka Wirakartika dapat
terlaksana dengan baik.
Jayalah pramuka Indonesia!

 



Minggu, 03 April 2011

Twoifin Slideshow

Twoifin Slideshow:
"TEST TripAdvisor™ TripWow ★ Twoifin Slideshow ★ to Purwokerto. Stunning free travel slideshows on TripAdvisor"

Senin, 21 Februari 2011

Perencanaan, Penjadwalan dan Pengendalian Proyek

Bisnis konstruksi adalah sebuah bisnis yang memiliki batasan-batasan, proyek konstruksi pun diikuti oleh batasan-batasan tersebut. Batasan yang ada pada bisnis dan proyek kosntruksi diantaranya adalah :
- Adanya batasan waktu pelaksanaan
- Adanya batasan pemakaian jumlah tenaga kerja
- Adanya batasan pemakaian jumlah material
- Adanya batasan nilai dari sebuah proyek
- dsb.
Berbeda dengan bisnis lainnya, seperti industri, manufacture, assembling, garment, dsb. Pada industri-industri tersebut tidak ada batasan waktu pelaksanaan, karena proses produksi (secara normal) berlangsung sepanjang tahun dan terus menerus. Tidak ada batasan pemakaian tenaga kerja, karena kebutuhan tenaga kerja bisa bertambah seiring dengan pertambahan barang atau produk yang akan dihasilkan. Tidak ada batasan pemakaian material, karena kebutuhan akan material bisa meningkat atau ditambah Kuantitasnya seiring dengan kebutuhan pasar akan produk industri tersebut yang makin meningkat. Juga tidak ada batasan nilai proyek, karena nilai sebuah proyek bisa ditambah atau dikurangi sesuai dengan banyaknya produk atau barang yang ingin dihasilkan, misalnya pesawat telepon, pakaian, mie instant, kendaraan bermotor, barang dalam kemasan, dsb.
Coba bandingkan dengan bisnis konstruksi, sebuah perusahaan konstruksi (kontraktor) tidak bisa menambah waktu pelaksanaan proyek, karena proyek punya batasan waktu kapan sebuah proyek harus selesai. Kontraktor juga tidak bisa menambah penggunaan tenaga kerja, karena jumlah tenaga kerja telah disesuaikan dengan besarnya volume tiap item-item pekerjaan dalam sebuah proyek. Kontraktor juga tidak bisa menambah jumlah material, karena jumlah material juga ditentukan dari volume pekerjaan dalam sebuh proyek. Kontraktor juga tidak bisa menambah nilai dari sebuh proyek, karena nilai proyek ditentukan oleh pemilik (owner) proyek, bisa pemerintah atau mungkin juga pihak swasta.
Dari berbagai keterbatasan itu, maka proyek konstruksi membutuhkan perencanaan, penjadwalan dan pengendalian proyek. Tujuannya adalah menyelaraskan antara biaya proyek yang optimal (saya tidak menyebut MURAH yah..), mutu pekerjaan yang baik/berkualitas, dan waktu pelaksanaan yang tepat. Karena ketiganya adalah 3 elemen yang saling mempengaruhi.
- biaya
- mutu
- waktu
Jika biaya proyek berkurang (atau dikurangi) sementara waktu pelaksanaan direncanakan tetap, maka secara otomatis anggaran belanja material akan dikurangi dan mutu pekerjaan akan berkurang –> Secara umum proyek Rugi!
Jika waktu pelaksanaan mundur/ terlambat, sementara tidak ada rencana penambahan anggaran, maka mutu pekerjaan juga akan berkurang –> Secara umum proyek Rugi!
Jika mutu ingin dijaga, sementara waktu pelaksanaan mundur/terlambat, maka akan terjadi peningkatan anggaran belanja –> Secara umum proyek juga Rugi!
Inti dari 3 komponen proyek konstruksi tersebut adalah bagaimana menjadwal dan mengendalikan pelaksanaan proyek agar berjalan sesuai dengan schedule yang telah ditetapkan, selesai teapat pada waktunya, sehingga tidak terjadi pengurangan mutu pekerjaan atau penambahan anggaran belanja.
Berikut adalah contoh perencanaan, penjadwalan dan pengendalian pelaksanaan proyek dengan bar chart dan s-curve, proses penjadwalan ini saya pilih berdasarkan volume pekerjaan (Realitanya penentuan s-curve bisa berdasarkan volume pekerjaan, bisa juga berdasarkan nilai/harga tiap item pekerjaan).

Gambar diatas adalah layout pondasi dari sebuah rumah ukuran Panjang: 10 m dan Lebar: 7 m, dengan luas bangunan (A) : 70 m^2
PERHITUNGAN VOLUME
Pekerjaan Persiapan;
Galian tanah dasar tebal 10 cm –> Volume Pekerjaan = 70 m^2 x 0,1 m = 7 m^3
Pekerjaan Pas. Pondasi Batu Kali:
Luas Pondasi = ((0,3 x 1) + (1/2 x 0,3 x 1) x 2 ) = 0,3 + 0,3
Luas Pondasi = 0,6 m^2
Keliling Pondasi = 58,5 m –> Volume Pondasi = 0,6 m2 x 58,5 m = 35,1 m^3

Pekerjaan Sloof: –> Diambil, Dimensi sloof : 15 cm x 15 cm
Arah Memanjang:
- 0,15 x 0,15 x 10 x 2 = 0,450 m^3
- 0,15 x 0,15 x 6 = 0,1350 m^3
- 0,15 x 0,15 x 2 = 0,0450 m^3
- 0,15 x 0,15 x 3 = 0,0675 m^3
Arah Melintang:
- 0,15 x 0,15 x 7 x 2 = 0,315 m^3
- 0,15 x 0,15 x 3 x 3 = 0,135 m^3
- 0,15 x 0,15 x 3,5 = 0,07875 m^3
- 0,15 x 0,15 x 2 = 0,045 m^3
Total Volume Sloof = 1,3275 m^3
Pekerjaan Kolom:
Dimensi Kolom diasumsikan : 15 cm x 15 cm
Volume Kolom = Panjang x Lebar x Tinggi = 0,15 m x 0,15 m x 3,5 m = 0,07875 m^3
Jumlah kolom (n) pada gambar adalah 16 buah,
Total Volume Kolom = 0,7875 m^3 x 16 buah = 1,26 m^3
Pekerjaan Balok: –> Diambil, Dimensi Balok : 15 cm x 15 cm
Arah Memanjang:
- 0,15 x 0,15 x 10 x 2 = 0,450 m^3
- 0,15 x 0,15 x 6 = 0,1350 m^3
- 0,15 x 0,15 x 2 = 0,0450 m^3
- 0,15 x 0,15 x 3 = 0,0675 m^3
Arah Melintang:
- 0,15 x 0,15 x 7 x 2 = 0,315 m^3
- 0,15 x 0,15 x 3 x 3 = 0,135 m^3
- 0,15 x 0,15 x 3,5 = 0,07875 m^3
- 0,15 x 0,15 x 2 = 0,045 m^3
Total Volume Balok = 1,3275 m^3
Pekerjaan Dinding Bata:
Panjang Keliling : 58,5 m
Tinggi : 3,5 m
Tebal : 0,15 m
Volume Dinding = 58,5 m x 3,5 m x 0,15 m = 30,7125 m^3
 
Pekerjaan Lantai:
Luas : 7 x 10 = 70 m^2
Tebal : 0,1 m
Volume Lantai = 70 m2 x 0,1 m = 10,5 m^3
Pekerjaan Pelat Atap:
Volume Pelat Atap = panjang x lebar x tebal
Volume Pelat Atap = 10 m x 7 m x 0,15 m = 10,95 m^3
Volume Total Pekerjaan = ( 7 + 1,26 + 1,3275 + 35,1 + 30,7125 + 10,5 + 10,95 ) m^3
Volume Total Pekerjaan = 98,18 m^3
Selanjutnya Volume Tiap-tiap pekerjaan, Volume Total, dan durasi masing-masing pekerjaan direkap dalam sebuah sheet seperti berikut ini:

Setiap pekerjaan memiliki durasi pelaksanaan. Contohnya pekerjaan persiapan memiliki durasi 2 minggu. Bobot pekerjaan (prestasi) dari pekerjaan persiapan setiap minggu adalah sebesar = 7 m^3 /2 minggu = 3,52 m^3/minggu. Dengan cara yang sama, maka seluruh prestasi setiap item pekerjaan telah diketahui.
Prestasi setiap item pekerjaan selanjutnya dijumlahkan untuk mendapatkan progress (prestasi) komulatif. Prestasi/progress komulatif harus berjumlah 100 % tepat pada saat proyek tersebut selesai dilaksanakan. Berikut adalah gambar S-Curve dari hasil perhitungan item pekerjaan diatas:

Jika sheet digabungkan maka gambar akan akan terlihat seperti berikut ini:

Hasil dari s-curve tersebut nantinya akan dijadikan sebagai panduan untuk mengendalikan pelaksanaan proyek. Dari s-curve tersebut sudah dihitung volume pekerjaan setiap minggu, ikuti angka-angka tersebut, sambil berharap tidak ada hal luar biasa seperti hujan yg berkepanjangan yg akan menunda pelaksanaan pekerjaan. Secara normal, jika s-curve tersebut diikuti maka kemungkinan proyek tersebut terlambat dan mengalami kerugian dapat dikurangi (kalau bisa tidak ada sama sekali).
Demikian artikel tentang perencanaan, penjadwalan dan pengendalian proyek kali ini, pada artikel tentang perencanaan yang berikutnya, saya akan mencoba untuk memperlihatkan pada anda bagaimana menggabungkan antara volume pekerjaan pada s-curve dengan metode pengendalian material yang biasa dipergunakan pada bidang industri dan manufacture seperti metode Material Requirement Planning (MRP) dan metode Economic Order Quantity (EOQ). Dari hasil penggabungan tersebut nantinya akan diketahui kebutuhan material perhari selama proyek berlangsung, inventory status, sistem pemesanan, safety stock material, dsb. Dan berdasarkan hasil penggunaan metode tsb di 2 buah proyek gedung ( 5 lantai dan 8 lantai), metode tersebut mampu menjamin ketersediaan material selama proyek berlangsung sehingga proyek bisa selesai tepat waktu.. Sementara jika proyek tersebut hanya menggunakan metode penjadwalan biasa seperti s-curve, pelaksanaanya terlambat diakibatkan persediaan material mingguan yang tidak terjadwal.
 Di dukung oleh : www.architectaria.com

Selasa, 01 Februari 2011

Perencanaan Rumah Konsep Green Building


MAKALAH
DESAIN RUMAH SEDERHANA
DENGAN MENERAPKAN KONSEP GREEN BUILDING






Disusun oleh :

Nama
: - Akhmad Sarifudin
- Toifin
NIS
: - 088965
- 089043
Kelas
: XII (Dua Belas)
Jurusan
: Teknik Konstruksi Batu Beton
Program keahlian
: Teknik Bangunan








SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2
PURWOKERTO
Jln. Jend. Gatot Soebroto No. 81 Telp.(0281) 635061 Purwokerto 53116



BAB I
PENDAHULUAN

Green building atau sustainable building / bangunan berkelanjutan, ada yang menyebutkan sebagai eco-homes/ bangunan yang berwawasan lingkungan. Ada berbagai pendapat tentang apa yang bisa digolongkan sebagai green building, pada umumnya setuju bahwa green building adalah yang strukturnya diletakkan, dirancang, dibangun, direnovasi dan dioperasikan untuk panduan hemat energi dan memberi dampak positif bagi lingkungan, dampak ekonomi dan sosial. Namun singkatnya menurut Brenda & Robert Vale, green building merupakan suatu pola pikir dalam arsitektur yang memperhatikan unsur-unsur alam yang terkandung di dalam suatu tapak untuk dapat digunakan (www.sustainablebuild.co.uk).
Gagasan konsep merupakan hal yang tidak dapat ditawar dalam merancang sebuah hunian apalagi tuntutan di jaman modern sekarang merupakan hal yang sangat bertentangan mengingat kriteria pada ketentuan lomba yang mengacu pada tema lomba yaitu desain rumah dengan menerapkan konsep green building.

1. Latar Belakang masalah
Melihat banyaknya pembangunan di Indonesia yang sangat pesat seperti perumahan mewah, perumahan sederhana, dan masih banyak pembangunan-pembangunan perumahan diberbagai wilayah di seluruh Indonesia namun tidak memperhatikan kualitas bangunan tersebut sudah ramah lingkungan atau belum. Semakin terbatasnya lahan yang tersedia saat ini terutama di kota-kota besar yang padat penduduk. Maka dari itu kita di tuntut untuk sesederhana mungkin mengkonsep sebuah disain rumah dengan penempatan fungsi dan luas ruang yang maksimal dengan memerhatikan keselamatan lingkungan. Lingkungan kita yang dulu sangatlah rindang, sejuk dan nyaman, sekarang ini sudah mulai terasa mendapatkan dampak negatife dari kerusakan lingkungan, salah satunya dari pemanasan global dan efek rumah kaca yang berbanding terbalik dengan keadaan alam yang dahulu.
Oleh karena itu kami mempunyai gagasan untuk mengikuti perlombaan desain rumah dengan konsep green building sesuai kemampuan kami (SMK Teknik Bangunan) dalam mendesain sebuah rumah dengan konsep green building yang ramah lingkungan yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) Universitas Negeri Malang.

2. Rumusan Masalah
Rumusan masalah berdasarkan kriteria bangunan yang akan menjadi pembahasan utama dengan konsep desain yang berkonsep green building atau ramah lingkungan. Berikut beberapa rumusan masalahnya :
  1. Bangaimana membuat desain rumah sederhana dengan konsep green building yang memperhatikan keselamatan lingkungan.
  2. Bagaimana mengkonsep sebuah rumah dengan Jumlah penghuni 4 orang terdiri dari Ayah, ibu, anak laki-laki dan perempuan, dengan memiliki aktifitas sebagai berikut :
  • Ayah : bekerja dari pagi sampai sore.
  • Ibu : mengurusi kebutuhan rumah tangga.
  • Anak laki-laki : sekolah memiliki hobbi main musik dirumah.
  • Anak perempuan masih bal



Pusat pertokoan
Mall
K
A
M
P
U
S




U
Jln. Lingkungan
Perumahan
padat penduduk
LOKASI

Jln. lingkungan
Pabrik furniture








3. Tujuan

  1. Dengan peran sertanya dalam kegiatan lomba desain yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) Universitas Negeri Malang yang bertujuan guna meningkatkan kemampuan siswa SMK jurusan teknik bangunan di bidang penggagasan konsep desain rumah sederhana yang memperhatikan penempatan fungsi dan luas ruang maksimal namun menyelamatkan dari kerusakan lingkungan.
  2. Dengan desain rumah yang ramah lingkungan kita dapat mengurangi dampak dari permasalahan pemanasan global, Efek rumah kaca, polusi udara maupun perekonomian.
  3. Menghasilkan sebuah terobosan baru dalam mengkonsep desain yang berorientasi sistem Green Building.
  4. Memberikan pemikiran gagasan untuk menyalurkan hal tersebut di atas kepada kalangan teknik bangunan / rekayasa kontruksi banguanan.
  5. Memberikan contoh kepada masyarakat mengenai konsep rumah hunian yang ramah lingkungan.
  6. Mewujudkan kondisi bangunan yang nyaman bagi penghuni dan lingkungan sekitarnya.














BAB II
PEMBAHASAN

Dalam menggagas sebuah desain rumah yang berkonsep green building perlu memperhatikan luas lahan dan luas bangunan dalam konsep green building yang ramah lingkungan juga memperhatikan perbandingannya yaitu 60% luas lahan dengan 40% luas bangunan.
Elemen-elemen konsep green building
Ada empat bidang utama yang perlu dipertimbangkan dalam green building yaitu : material, energi, air dan faktor kesehatan.
  1. Material
Material ini diperoleh dari alam, renewable sources yang telah dikelola dan dipanen secara berkelanjutan, atau yang diperoleh secara lokal untuk mengurangi biaya transportasi atau diselamatkan dari bahan reklamasi dilokasi terdekat. Material yang dipakai menggunakan green specifications yang termasuk dalam daftar Life Cycle Analysis (LCA) seperti : energi yang dihasilkan, daya tahan material, minimalisasi limbah, yang dapat untuk digunakan kembali atau didaur ulang. Oleh karena itu kami berusaha memakai bahan bangunan yang ramah lingkungan, praktis dan juga tahan lama.
  1. Energi
Perencanaan dalam pengaturan sirkulasi udara yang optimal untuk menghindari penggunaan  AC yang sangat bahaya bagi kehidupan manusia. Karena bisa menyumbang efek pemanasan global.  Kemudian mengoptimalkan cahaya matahari sebagai penerangan ruangan di siang hari. Solar sel untuk mensuplay penerangan malam hari dan keperluan lain. Rancangan green building ini juga bias menggunakan pemanfaatan teknologi tenaga surya sebagai penghasil listrik..
  1. Air
Penggunaan air untuk kebutuhan rumah tangga dari sumur, dan pemanfaatan air hujan yang dialirkan menuju lahan rumah guna diresapkan ke tanah juga membasahi tanaman dan rumput setelah itu baru kita alirkan menuju selokan. Menggunakan peralatan hemat air, seperti shower bertekanan rendah , kran otomatis (Self-Closing Or Spray Taps), tanki toilet yang low-flush toilet. Yang intinya mengatur penggunaan air dalam bangunan sehemat mungkin.
  1. Faktor Kesehatan
Menggunakan material dan produk-produk yang non-toxic akan meningkatkan kualitas udara dalam ruangan, dan mengurangi tingkat asma, alergi dan sick building syndrome. Material yang bebas emisi, dan tahan untuk mencegah kelembaban yang menghasilkan spora dan mikroba lainnya. Kualitas udara dalam ruangan juga harus didukung menggunakan sistem ventilasi yang efektif dan bahan-bahan pengontrol kelembaban yang memungkinkan bangunan untuk bernapas. (dikutip dari : www.sustainablebuild.co.uk)
Selain 4 bidang di atas, green building dapat  menekan biaya untuk pekerjaan konstruksinya, dan memenuhi kebutuhan yang lebih luas dari masyarakat, dengan menggunakan tenaga kerja lokal, dan memastikan bangunan diletakkan tepat bagi kebutuhan masyarakat.
Setelah kita memahami apa yang namanya konsep green building kemudian kita menganalisis data, ikut table analisa data yang kami peroleh dari permasalahan yang terdapat pada rumusan masalah.




TABEL ANALISA DATA
No
Anggota keluarga
Jenis kelamin
Usia
Pekerjaan
Keterangan ruang
Jenis ruang Jml
Ukuran (m)
1
Ayah
P
45
Kariawan
K. tidur utama
1
3 x 3.5
2
Ibu
L
35
Ibu rumah tangga
3
Anak 1
p
15
Pelajar k. tidur anak 1
1
3 x 2.5
4
Anak 2
L
4
Balita k. tidur anak 2
1
3 x 2.5
5








Ruang tamu
1
3 x 2.5
6








R. keluarga
1
3 x 2.5
7








Ruang dapur
1
3.5 x 3
8








Ruang makan
1
9








KM/WC 1
1
1.2x 1.5
10








KM/WC 2
1
1.2 x 1
11








Teras depan
1
1.2 x 3
12








Teras belakang
1
1 x 0.6
13








Taman lantai 2
1
3 x 2.5
14








R. Musik
1
2.5x 1.7
15








Tangga
1
3 x 1.6
Dari data di atas kita dapat menentukan sebuah desain rumah yang disesuaikan dengan kebutuhan keluarga. Sesuai dengan data dan kebutuhan di atas selanjutnya kita hitung perencanaan ukuran dan denahnya, tampak muka dan tampak samping.(Gambar konsep desain terlampir)
Maka dari itu kami menentukan desain denah rumah yang berkonsep green building yang ramah lingkungan. Menentukan luas lahan untuk penghijauan lebih luas 60% dibanding dengan luas bangunannya 40%. Karena kebutuhan sesuai dengan rumusan masalah. ada 4 anggota keluarga dalam rumahnya dan kebutuhan ruangannya yang di minta, dari itulah kami menentukan jumlah lantai yaitu 2 (dua) dalam mendesain rumah green building bertujuan dengan kebutuhan ruangan dan dituntut untuk memberi tempat lahan untuk penghijauan. Dalam konsep ini kami juga membuat penghijauan di lantai dua yang bertujuan untuk mengurangi pantulan cahaya bila keadaan panas dan mengurangi polusi udara dalam ruangan karena tempatnya di tengah kota yang ramai dilalui kendaraan dan adanya pabrik.
Berikut langkah – langkah desain :
  1. Pembuatan Foot plate dan Pondasi
Perencanaan membuat sebuah hunian lantai dua yang sesederhana mungkin dengan penggunaan bahan bangunan/material yang ramah lingkungan untuk mengurangi dampak dari pemanasan global. Pembuatan bangunan dari bawah (pondasi) sampai atap dengan menggunakan konstruksi yang sederhana, ramah lingkungan, dan cepat untuk dikerjakan, seperti dalam pembuatan pondasi menggunakan pondasi foot plate 1PC : 2PS : 3KR, pondasi foot plate ini untuk menerima beban lantai dua dan bentang bangunan yang lebar karena sesuai dengan konsep kami, dan pondasi batu kali 1PC : 3KP : 10PS untuk pondasi teras dan lainnya yang menerima beban lantai satu.

  1. Lantai
Pembutan lantai khusus untuk carport menggunakan paving blok. Untuk lantai dapur, lantai teras, lantai kamar mandi/WC, dan lantai tangga menggunakan lantai artifisial. Lantai artifisial adalah lantai yang di hamparkan PC kemudian kita taburi batu – batuan alam atau batu bronjol dengan itu kita tidak perlu menambang batu alam. Karena ini merupakan konsep ramah lingkungan. Pada lantai tamu, lantai keluarga dan kamar tidur kami masih menggunakan keramik yang ramah lingkungan.
  1. Dinding
Pembuatan dinding menggunakan pasangan batu bata, tidak lupa mengunakan campuran trasram / kedap air dari lapisan pertama sampai kurang lebih 20 cm. Untuk menghindari air yang meresap ke dinding yang mengakibatkan tumbuhnya benih mikroba dan spora karena terlalu lembab yang kemudian terjadi kerusakan pada dinding yang tidak tahan lama terhadap air. Untuk mengurangi terjadi hampa udara dan cahaya pembutan ventilasi pada bangunan kami optimalkan dalam konsep green building. Pewarnaan tembok menggunakan cat tembok yang menggunakan bahan alami.
  1. Plafond dan Atap
Agar terlihat rapi pada tampilan di dalam rumah bangunan pada bagian atas kami pasang plafond eternit yang menempel pada kayu, konstruksi di atasnya yaitu kerangka atap yang terbuat dari glugu / kayu dari pohon kelapa yang sudah tua, tidak diproduksi lagi sarinya dan sudah tidak menghasilkan buah yang berkualitas, demi ramah lingkungan. Untuk ketahanan kerangka dicat minyak agar tidak mudah rusak. Atap pada konsep green building menggunakan genteng beton tropis yang setelah pemasangan kemudian dicat agar sejuk pada bagian plafond dan ruangan.
  1. Drainase
Drainase merupakan hal sangat penting dalam suatu bangunan tanpa drainase hidup kita tidak sehat. Pada buku plambing sistem pembuangan kotoran dan air bekas harus dipisahkan, hal ini disebabkan karena faktor kebersihan dan biaya pembersihan karena apabila kedua sistem ini dicampur maka septictank akan cepat penuh dan tidak baik bagi lingkungan atau terjadi pencemaran. Berikut ini denah resapan septictank:








Kotoran diproses penguraian secara biologis dan filterisasi secara bertahap melalui tiga kompartemen. Media kontak yang dirancang khusus dan sistem desinfektan sarana pencuci hama yang digunakan sesuai kebutuhan membuat buangan limbah kotoran tidak menyebabkan pencemaran. Bila septictank penuh maka kita alirkan keselokan, namun sebelum menuju ke selokan kita filterisasi / sumur resapan dan lubang biopori sesuai kebutuhan pada lahan dibelakang rumah setelah bakteri pada alat filterisasi tersaring maka air yang terbuang pada selokan akan ramah lingkungan. Aliran air hujan diserapkan dalam lahan yang tersedia untuk menghindari terjadinya banjir pada selokan dan membuat lahan disekitar rumah menjadi subur oleh air hujan juga menghindari aliran air hujan yang mengalir langsung keselokan karena mempercepat terjadinya banjir.
  1. Penghijauan rumah
Untuk menampilkan green pada perencanaan konsep green building maka lahan depan rumah maupun belakang rumah. kami tanam tanaman besar seperti pohon cemara dan pohon yang berbuah agar mempunyai dua keuntungan bagi penghuni rumah. Dari segi penghijauan dan hasil buah yang bisa dimakan oleh penghuninya, di dalam sudut tiap ruangan ada tanaman kecil yang bertujuan mengurangi polusi gas karbondioksida dan mengkondisikan udara yang segar pada hunian tanpa penggunaan AC.


BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Dari pembahasan yang telah dilakukan dapat disimpulkan hal - hal sebagai berikut :
  1. Rumah konsep green building sangatlah bermanfaat bagi kehidupan manusia karena dalam peerencanaan sebuah rumah memperhatikan keselamatan lingkungan.
  2. Pengembangan sebuah bangunan dengan keterbatasan lahan yang tersedia, kebutuhan ruangan dan demi memperhatikan keselamatan lingkungan. Maka pengembangan sebuah bangunan bukan melebar namun berkembang ke atas atau menambah lantai karena untuk menyisakan lahan penghijauan.
  3. Rumah konsep green building secara fisual terlihat mahal untuk pembiayaan namun kalau kita memperhatikan kualitas dan jangka waktu keawetan rumah ini juga pemanfaatannya. Rumah ke masa depan lebih menguntungkan dari segi ekonomi dan ramah lingkungan.
Demikian semoga bermanfaat bagi pembaca yang budiman.













DAFTAR PUSTAKA

________, Ekologi Bangunan dan Lingkungan, DKLH, Malang, 1995.
Fadjar Hadi, Nasroen Riva’i, Ilmu Teknik Penyehatan 2, 1981.
Imam subarkah ir., Konstruksi Bangunan Gedung, Bandung 1980.
Soeparno, Perencanaan Bangunan Rumah Tinggal, Bandung, 2003.
Soekarto, Soetarman, Menggambar Teknik Bangunan 2, Jakarta, 1978.
Soekarto, Soetarman, Menggambar Teknik Bangunan 3, Jakarta, 1979.










Minggu, 07 Februari 2010

laporan


MAKALAH

TENTANG TATA SURYA
















Ilmu Pengetahuan Alam
Disusun oleh
KELOMPOK 1


1.
NUR CHAYAT
(3)
2.
RASHIF FAQIHUDDIN
(8)
3.
REONARD SHI
(9)
4.
ROBBI P.W.
(14)
5.
TOIFIN
(21)
6.
FIAT ALDILA
(32)












SMK NEGERI 2 PURWOKERTO
Jl. Jend. Gatot Soebroto No. 81 Kode Pos 53116 Purwokerto Timur















1. PENDAHULUAN

Tata Surya yaitu Matahari, Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Ceres, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Jadi tata surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut matahari dan semua obyek yang yang mengelilinginya. Obyek-obyek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.
Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan tersebar. Awan Oort diperkirakan terletak di daerah terjauh yang berjarak sekitar seribu kali di luar bagian yang terluar.
Berdasarkan jaraknya, kedelapan planet Tata Surya ialah Merkurius (57,9 jutakm), Venus (108 juta km), Bumi (150 juta km), Mars (228 juta km), Jupiter (779 juta km), Saturnus (1.430 juta km), Uranus (2.880 juta km), dan Neptunus (4.500 juta km). Sejak pertengahan 2008, ada lima obyek angkasa yang diklasifikasikan sebagai planet kerdil. Orbit planet-planet kerdil, kecuali Ceres, berada lebih jauh dari Neptunus.

2. PEMBAHASAN

Tata surya terdiri dari sebuah bintang yang disebut matahari dan semua objek yang yang mengelilinginya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, meteor, asteroid, komet, planet-planet kerdil/katai, dan satelit-satelit alami.

MATAHARI

  • Matahari merupakan bintang terdekat dengan Bumi yang menjadi pusat dari tata surya.
  • Jarak antara Bumi dan Matahari adalah 150 juta kilometer atau 1 SA.
  • Zat penyusun matahari berupa gas, dengan komposisi: hydrogen (75%), helium (20%), dan unsur lain (2%).
  • Suhu permukaan Matahari 6000 derajat Celsius dan bagian inti mencapai 15 juta derajat Celsius.
  • Matahari berotasi 25,04 hari dan mempunyai gravitasi 27,9 kali gravitasi Bumi.
  • Massa Matahari adalah 333.000 kali massa Bumi.
  • Matahari dibagi menjadi 3 bagian:
      • Inti Matahari. Di bagian ini terjadi reaksi nuklir(pengubahan hydrogen menjadi helium dan energi). Suhunya mencapai 15 juta Kelvin.
    • Bola Matahari/fotosfer
    • Atmosfer Matahari(terdidi dari kromosfer dan korona).
  • Lapisan kulit Matahari dibagi menjadi 3,yaitu:
- Fotosfer
- Kromosfer
- Korona(atmosfer Matahari bagian luar)

PLANET

Planet adalah suatu benda gelap yang mengorbit sebuah bintang(Matahari).
Pengelompokan planet:
  • Berdasarkan dijadikannya Bumi sebagai pembatas;
  1. Planet Inferor,yaitu planet yang orbitnya di dalam orbit Bumi mengitari Matahari.Planet yang termasuk planet inferior adalah Merkurius dan Venus.
  2. Planet Superior,yaitu planet yang orbitnya berada di luar orbit Bumi mengitari Matahari.Planet yang termasuk planet superior adalah Mars, Yupiter, Saturnus ,Uranus, Neptunus, dan Pluto.


  • Berdasarkan dijadikannya lintasan asteroid sebagai pembatas;
  1. Planet Dalam,yaitu planet yang orbinya di sebelah dalam lintasan asteroid.Yang tergolong planet dalam adalah Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.
  2. Planet Luar,yaitu planet yang orbitnya di sebelah luar lintasan asteroid.Anggota planet luar adalah Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto.
  • Berdaarkan ukuran dan komposisi bahan penyusunnya;
  1. Planet Terestrial/Kebumian,yaitu planet yang ukuran dan komposisi penyusunnya (batuan) mirip dengan Bumi.Yang termask planet terrestrial adalah Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.
  2. Planet Jovian/Raksasa,yaitu planet yang sangat besar dan komposisi penyusunnya mirip Yupiter(terdiri dari sebagian besar es dan gas hydrogen).Yang tergolong dalam planet Jovian adalah Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
  • Hukum Gerakan Planet:
  1. Hukum I Kepler:”Orbit(lintasan dalam mengitari Matahari) planet berbentuk elips dengan Matahari berada pada salah satu titik apinya.
  2. Hukum II Kepler:”Garis hubung planet-Matahari akan menyapu daerah yang sama luasnya dalam selang waktu yang sama.
  3. Hukum III Kepler:”Jarak rata-rata planet ke Matahari pangkat tiga dibagi periode sideris kuadrat merupakan bilangan konstan” atau “Pangkat dua kala revolusi planet sebanding dengan pangkat tiga jarak planet ke Matahari.
ini daftar-daftar  planet sampai saat ini.
ASTEROID
Asteroid adalah benda langit kecil dan padat yang terdapat dalam sistem tata surya kita.Asteroid adalah contoh dari sejenis planet kecil (atau disebut juga planetoida), namun jauh lebih kecil dari sebuah planet.
Asteroid berada dalam sebuah sabuk antara Mars dan Yupiter yang disebut sabuk asteroid.
Selama 200 tahun Ceres dianggap sebagai asteroid terbesar. Namun pada 23 Agustus 2001, telah ditemukan asteroid yang lebih besar daripada Ceres. asteroid ini bernama 2001 KX 76, lintasan orbitnya di dekat Pluto. Asteroid yang paling kecil mempunyai diameter beberapa puluh meter.
Sepuluh asteroid pertama yang ditemukan:
NO
NAMA
PENEMU
DIAMETER (Km)
1
Ceres
Piazzi,1 Januari 1801
1003
2
Pallas
Olbers,28 Maret 1802
608
3
Juno
Harding,1 September 1804
250
4
Vesta
Olbers,29 Maret 1807
538
5
Astrea
Hencke,8 Desember 1845
117
6
Hebe
Hencke,1 Juli 1847
209
7
Iris
Hind,13 Agustus 1847
151
8
Flora
Hind,18 Oktober 1847
151
9
Metis
Graham,26 April 1848
450
10
Hygeia
De Gasparis,12 April 1849
235


KOMET
Komet adalah benda angkasa yang mirip asteroid, tetapi hampir seluruhnya terbentuk dari gas (karbon dioksida, metana, air) dan debu yang membeku.
Komet memiliki orbit atau lintasan yang berbentuk elips, lebih lonjong dan panjang daripada orbit planet.
Ciri fisik:
Ketika komet menghampiri bagian-dalam Tata Surya, radiasi dari matahari menyebabkan lapisan es terluarnya menguap. Arus debu dan gas yang dihasilkan membentuk suatu atmosfer yang besar tetapi sangat tipis di sekeliling komet, disebut coma. Akibat tekanan radiasi matahari dan angin matahari pada coma ini, terbentuklah ekor raksasa yang menjauhi matahari.
Coma dan ekor komet membalikkan cahaya matahari dan bisa dilihat dari bumi jika komet itu cukup dekat. Ekor komet berbeda-beda bentuk dan ukurannya. Semakin dekat komet tersebut dengan matahari, semakin panjanglah ekornya. Ada juga komet yang tidak berekor.
Komet bergerak mengelilingi matahari berkali-kali, tetapi peredarannya memakan waktu yang lama. Komet dibedakankan menurut rentangan waktu orbitnya. Rentangan waktu pendek adalah kurang dari 200 tahun dan rentangan waktu yang panjang adalah lebih dari 200 tahun. Secara umumnya bentuk orbit komet adalah elips.
Komet terkenal
Komet Halley, muncul 76 tahun sekali.
Komet Encke, muncul tiga tahun sekali
Komet dikelompokkan atas:
Komet periodic,yaitu komet yang penampakannya dapat bilihat dalam selang waktu yang teratur.Contohnya;komet Halley dengan periode 76 tahun dan komet Encke dengan periode 3,3 tahun.
Komet non-periodik,yaitu komet yang tidak dapat dipekirakan penampakannya karena periodenya sangat lama.
METEOROID,METEOR,DAN METEORIT
Meteoroid adalah batuan dalam ruang antar planet yang berukuran kecil hingga yang berukuran besar sebesar gerbong kereta api.
Meteor adalah meteoroid yang masuk dalam atmosfer bumi dan menjadi panas dan berpijar karena gesekan dengan atmosfer Bumi.
Meteorit adalah sisa-sisa meteoroid yang mencapai permukaan Bumi.
Ada 3 macam meteorit yang dikenal,yaitu;
  1. Meteorit logam,memiliki unsur nikel dan besi.
  2. Meteorit batuan,memiliki unsure silkon.
  3. Meteorit campuran,memiliki unsu logam dan silikon.

PENUTUP
Seperti uraian dalam bab-bab , makalah tentang tata surya ini dilengkapi dengan berbagai informasi tentang bagian-bagian tata surya seperti ;MATAHARI , PLANET , ASTEROID , KOMET , METEROID dsb.Makalah tentang tata surya ini semoga dapat berguna bagi kita semua.
Demikian makalah tentang TATA SURYA yang dapat Kami buat . bila ada kesalahan dalam penulisan ataupun bahasa yang Kami gunakan , Kami selaku penyusun makalah ini mohon maaf yang sebesar-besarnya.
TERIMAKASIH DAN SELAMAT MEMBACA !